Dimana HIV dapat ditemukan?

HIV terdapat di banyak cairan tubuh termasuk darah, air mani, cairan vagina dan ASI.

Bagaimana cara HIV ditularkan?

HIV ditularkan melalui:

  • Hubungan seks penetratif yang tidak aman (melalui vagina maupun anus) dan seks oral dengan orang yang telah tertular.
  • Transfusi darah menggunakan darah yang telah terkontaminasi.
  • Menggunakan suntikan, jarum atau alat tajam lainnya yang telah terkontaminasi.
  • Dari ibu yang telah mengidap HIV ke anaknya selama kehamilan, persalinan dan sewaktu menyusui.

Dapatkah saya tertular HIV melalui kontak biasa?

HIV tidak tertularkan melalui kontak sehari-hari dalam lingkungan sosial, sekolah atau tempat kerja. Anda tidak dapat tertular karena bersalaman dengan orang atau memeluk seseorang, menggunakan toilet yang sama atau minum dari gelas yang sama dengan seorang yang HIV-positif, bermain sport atau terkena batuk atau bersin seseorang yang hidup dengan HIV. Jadi, Anda tidak perlu takut berinteraksi dengan orang yang hidup dengan penyakit tersebut.

Bagaimana saya dapat mengurangi risiko terjangkit HIV melalui seks?

  • Tidak melakukan hubungan seks
  • Setia pada hubungan dengan seorang pasangan yang juga setia yang tidak memiliki perilaku berisiko
  • Melakukan hubungan seks yang non-penetratif
  • Menggunakan kondom pria atau wanita dengan benar setiap kali melakukan hubungan seks

Disamping hal-hal di atas, apakah saya dapat lebih jauh mengurangi risiko infeksi HIV melalui hubungan seks?

  • Tunda usia saat anda memulai menjalin seks
  • Kurangi jumlah pasangan seks Anda
  • Lakukan tes dan obati infeksi menular seksual (STI / sexually transmitted infections)

Bagaimana saya dapat mencegah penularan HIV dengan cara lain?

  • Hindari menyuntik obat-obatan, atau jika Anda memutuskan untuk menyuntik obat-obatan, selalu gunakan jarum atau suntikan sekali pakai.
  • Pastikan bahwa segala darah atau produk darah yang Anda butuhkan dites terlebih dahulu untuk HIV dan bahwa langkah keamanan darah telah dilakukan.

Apa yang dimaksud dengan seks yang ‘lebih aman’?

Tidak ada tindakan seksual yang 100% aman. Seks yang lebih aman memerlukan tindakan yang dapat mengurangi potensi penularan atau tertular STI, termasuk HIV, melalui hubungan seks. Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks dianggap sebagai seks yang ‘lebih aman’.

Seberapa efektifnya kondom dalam mencegah HIV?

Kondom pria dan wanita yang dijamin kualitasnya merupakan satu-satunya produk yang tersedia untuk melindungi diri terhadap STI, termasuk HIV. Jika digunakan secara benar setiap kali berhubungan seks, kondom merupakan cara yang terbukti efektif untuk mencegah penularan HIV pada wanita dan pria.

Namun demikian, selain dari menjauhi hubungan seks, tidak ada cara yang 100% efektif, dan penggunaan kondom tidak dapat menjamin perlindungan mutlak terhadap STI. Guna mendapatkan efek perlindungan kondom, mereka harus digunakan secara benar setiap saat. Penggunaan secara tidak benar dapat mengakibatkan lepasnya atau bocornya kondom, sehingga mengurangi efek perlindungannya.

Apa yang disebut sebagai kondom wanita itu?

Kondom wanita merupakan satu-satunya metode kontraseptif penghalang (barrier) yang dapat digunakan sepihak oleh wanita yang ada di pasaran saat ini. Kondom wanita merupakan lembaran karet kuat, lembut dan transparan yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum melakukan hubungan seks. Alat ini menutup liang vagina secara penuh dan memberikan perlindungan terhadap kehamilan dan STI , termasuk HIV, jika digunakan secara benar setiap kali berhubungan seks.

Seberapa besar risiko tertular HIV dari ciuman?

Penularan melalui ciuman dengan mulut hampir tidak memiliki risiko; tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus ditularkan melalui air liur saat berciuman.

Seberapa besar risiko tertular HIV melalui tindakan di tubuh atau tato?

Risiko penularan HIV ada jika yang digunakan adalah alat yang tidak steril. Alat yang dimaksudkan untuk menembus kulit harus disterilkan terlebih dahulu dan digunakan hanya sekali, kemudian dibuang dan disterilkan kembali

Seberapa besar risiko tertular HIV karena berbagi alat cukur dengan seseorang yang hidup dengan HIV?

Segala macam luka yang diakibatkan oleh benda non-steril, seperti pisau cukur, dapat menularkan HIV. Berbagi alat cukur, pisau atau benda tajam lainnya dengan orang lain tidaklah dianjurkan, kecuali jika benda tersebut disterilkan setelah setiap pemakaian.

Apakah bisa sama sekali aman untuk melakukan hubungan seks dengan seseorang yang HIV positif?

Tidak. Akan selalu ada risiko tertular ketika melakukan hubungan seks dengan seseorang yang HIV-positif. Risiko tersebut dapat dikurangi secara signifikan jika kondom digunakan dengan benar setiap kali melakukan hubungan seks.

Apakah aman bagi dua individu yang HIV-positif untuk melakukan hubungan seks secara eksklusif antara mereka berdua saja?

Tidak. Tidaklah aman bagi dua individu yang HIV-positif untuk melakukan hubungan seks satu sama lain tanpa pengaman, karena infeksi ulang dengan jenis HIV yang berbeda dan penularan STI lainnya dapat terjadi. Dianjurkan untuk selalu menggunakan kondom, bahkan jika kedua pasangan adalah HIV-positif.

Bagaimana penularan ibu ke anak dapat dicegah?

Penularan HIV dari ibu yang tertular ke anaknya dapat terjadi selama kehamilan, selama persalinan atau setelah persalinan melalui pemberian ASI. Risiko penularan ibu ke anak dapat dikurangi melalui cara-cara sebagai berikut:

  • Pengobatan dengan menggunakan obat antiretroviral
  • Operasi Cesar
  • Menghindari pemberian ASI, namun hanya jika pemberian makanan alternatif dapat diterima, dapat dilakukan, terjangkau, dapat terus dilakukan dan aman. Jika tidak, susu ASI eksklusif dianjurkan untuk dilakukan selama enam bulan pertama.

Bagaimana orang yang menyuntikan obat-obatan mengurangi risiko tertular HIV?

Orang yang menginjeksi obat-obatan memiliki risiko tinggi karena mereka dapat menginjeksi HIV secara langsung ke aliran darah mereka. Namun terdapat langkah-langkah tertentu yang dapat mereka ambil untuk mengurangi risiko:

  • Gunakan obat-obatan secara oral (yakni, beralih dari penggunaan obat-obatan melalui injeksi menjadi non-injeksi)
  • Jangan gunakan ulang atau gunakan jarum, suntikan, air atau peralatan narkoba yang telah digunakan oleh orang lain.
  • Gunakan alat suntik baru (yang diperoleh dari sumber yang terpercaya, misalnya toko obat program pertukaran alat suntik) setiap kali meracik dan menginjeksi obat-obatan.
  • Ketika meracik obat-obatan, gunakan air yang steril atau air yang bersih dari sumber yang terpercaya.
  • Gunakan olesan alkohol baru untuk membersihkan kulit sebelum menginjeksi.

Bagaimana cara para petugas kesehatan dapat membantu mencegah penularan dalam lingkungan pelayanan kesehatan?

Para petugas kesehatan perlu mematuhi Langkah-langkah Pengamanan Universal (Universal Precautions) yang merupakan suatu panduan pengendalian infeksi yang dikembangkan untuk melindungi para petugas kesehatan dan para pasien mereka dari penyakit yang menyebar melalui darah dan cairan-cairan tubuh tertentu.

Langkah-langkah Pengamanan Universal meliputi:

  • Penanganan dan pembuangan benda tajam secara hati-hati (benda-benda yang dapat mengakibatkan luka gores atau tusukan, termasuk jarum, jarum suntik, pisau bedah dan pisau lainnya, perangkat infuse, gergaji, pecahan gelas dan paku)
  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan setelah segala prosedur
  • Penggunaan alat pelindung tangkal seperti sarung tangan, baju pelindung, celemek, masker dan gogel jika melakukan hubungan langsung dengan darah dan cairan tubuh lainnya
  • Pembuangan limbah yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh secara hati-hati
  • Penanganan secara hati-hati terhadap sarung ranjang dan pakaian yang terkena noda darah, cairan diare dan cairan tubuh lainnya.

Apa yang perlu Anda lakukan jika Anda merasa Anda telah terkena HIV?

Jika Anda merasa telah terkena HIV, Anda perlu dengan segera meminta pertolongan dari instansi kesehatan terdekat untuk mendapatkan konseling dan pengujian HIV. Anda perlu mengambil langkah-langkah pengamanan guna mencegah penularan HIV ke orang lain jika memang anda terinfeksi HIV.

Apakah yang disebut PEP?

Obat Antiretroviral dapat diberikan dalam jangka waktu 72 hari sejak terkena darah atau cairan tubuh yang potensial tercemar HIV guna mencegah konversi sero HIV. Ini disebut dengan istilah “proflaksis pasca-exposure untuk infeksi HIV (HIV-PEP). Namun demikian, HIV-PEP tidak 100% efektif, walau jika dimulai segera setelah terjangkit, sehingga sangatlah penting untuk berupaya untuk mengambil segala langkah untuk menghindari penularan HIV di saat awal.

Apakah HIV hanya menyerang pria yang berhubungan seks dengan pria lain dan orang yang menginjeksi narkoba?

Tidak. Siapa saja yang melakukan hubungan seks tanpa pengaman, menggunakan peralatan suntik yang tidak steril, atau menerima transfusi darah yang terkontaminasi dapat terinfeksi dengan HIV. Anak bayi dapat terinfeksi HIV dari ibu mereka selama kehamilan, selama persalinan atau setelah melahirkan melalui pemberian ASI. Secara gobal, 90% kasus HIV merupakan akibat dari transmisi seksual, dan 60-70% kasus HIV dapat terjadi diantara para pasangan heteroseksual (pasangan berbeda jenis kelamin).

Bisakah saya mengetahui apakah seseorang terkena HIV hanya dengan melihatnya?

Tidak, anda tidak dapat mengetahui apakah seseorang terkena HIV hanya dengan melihatnya. Seseorang yang terinfeksi HIV dapat terlihat sehat dan merasa sehat, namun mereka masih dapat menularkan virus ke Anda. Sebuah uji darah merupakan satu-satunya cara seseorang dapat mengetahui bahwa dirinya terinfeksi HIV.

Apakah saya dapat mengidap lebih dari satu STI pada saat yang bersamaan?

Ya, Anda dapat mengidap lebih dari satu STI pada saat yang bersamaan. Setiap infeksi membutuhkan pengobatannya sendiri. Anda tidak dapat menjadi kebal terhadap STI. Anda dapat mengidap infeksi yang sama secara berulang-ulang. Banyak pria maupun wanita tidak merasakan gejala awal ketika mereka pertama kali terinfeksi STI, namun mereka masih dapat menularkan STI ke pasangan seksual mereka. Keberadaan STI juga dapat meningkatkan kerentanan Anda terhadap infeksi HIV.

Jika saya menjalani terapi antiretroviral, bisakah saya menularkan virus ke orang lain?

Terapi antiretroviral untuk HIV tidak mencegah orang yang terinfeksi menularkan virus ke orang lain. Terapi tersebut dapat menekan muatan virus di tingkat yang tidak terdeteksi, namun HIV masih ada di dalam tubuh dan dapat ditularkan ke orang lain melalui kontak seksual, dengan berbagi peralatan suntik, atau dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan atau pemberian ASI.

Apakah gigitan nyamuk membawa risiko infeksi HIV?

HIV tidak ditularkan melalui nyamuk atau gigitan serangga lain. Bahkan jika virus masuk ke seekor nyamuk atau serangga penghisap atau penggigit lainnya, virus terseut tidak dapat bereproduksi di dalam serangga. Karena serangga tidak dapat terinfeksi oleh HIV, serangga tidak dapat menularkan HIV ke manusia yang dihisap atau digigitnya.

Apakah sunat pada pria dapat mencegah penularan HIV?

Penelitian terkini menandakan bahwa sunat pada pria dapat mengurangi risiko terjangkit HIV melalui hubungan seksual. Namun tindakan tersebut tidak 100% efektif dan pria yang disunat masih bisa terinfeksi. Disamping itu, pria HIV positif yang disunat dapat menularkan ke pasangan seksual mereka. Sunat pada pria tidak dapat menggantikan metode pencegahan lainnya, namun perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pencegahan yang komprehensif.

Sumber : UNAIDS